This is my life - Dua
Info Post
Di SMA ini gue cukup bahagia. gue dikaruniai 7 orang sahabat. Hani, Ruri, Mariyam, Ghalda, Annissaa dan seby. Mereka bukan orang-orang cerdas apalagi rajin. Mereka saat jauh dari dua kata itu. Mungkin kalau dicari kata yang cocok untuk mendeskripsikan mereka, ya kata-kata itu adalah gila, idiot, cacat, konyol tapi selalu penuh tawa. Walau kadang mereka bener-bener ngeselin kaya tai! Dan memang menurut gue berteman paling enak itu sama anak-anak yang konyol bin gila. Ketimbang harus temenan dengan anak gahoel yang mengharuskan gua punya ini itu.
****
Kini pengambilan rapot hanya tinggal menghitung hari. Dan kegelisahan sukses mengelabuhi diri gue. Sesuai prediksi, siapa si orang yang gak gelisah disaat-saat seperti ini? Tapi sepertinya kegelisahan gue ini berbeda. Gue bukan gelisah akan nilai rapot. Gue gelisah karna ini semua bertanda bahwa sekolah akan segera libur. Percayalah, gue gak suka sama libur yang terlalu panjang.
Dan sekarang gue hanya berdiri di depan kelas, menghadap lurus ke arah lapangan sambil sesekali tersenyum melihat pujaan hati gue main futsal. Ah, dia ganteng! Ntah apa yang harus gue lakukan jika liburan panjang itu tiba. Berdiam diri dirumah tanpa bisa melihat wajah gantengnya. Dan terlebih lagi gue gak bisa bercanda sama anak-anak gila itu. Liburan ini terlalu berat bagi gue. Huh!
"Gak ikut ke kantin, wa?" seketika lamunan gue buyar. bersamaan dengan suara itu sebuah tepukan mendarat tepat di pundak gue.
Gue hafal betul itu suara siapa. Itu suaranya Ruri. Si anak cadel R yang namanya dipenuhi oleh huruf R. Gue rasa-rasa mungkin tu anak keberatan nama kali yak.
"Ahelah lu! Ganggu aja. Lagi liatin orang ganteng main futsal nih. Kan bentar lagi mau libur semesteran, pasti bakal kangen banget sama muka gantengnya dia."
"Gausah alay coba wa, ih" Ruri menyaut ocehan gue dengan watados.
Tuh kan, apa banget sih orang-orang ini. Dikit-dikit dibilang alay, dikit-dikit dibilang lebay. Mereka gak tau aja kalo alay itu menyenangkan! Lagipula alay itu kan suatu proses menuju dewasa. so, wajar-wajar aja dong kalo gue alay!
0 komentar:
Posting Komentar